Monday, October 21, 2019
Erick Thohir Jadi Menteri, Saham Mahaka Media Ditutup Melejit 19,13 Persen
- Erick Thohir menjadi salah satu pengusaha yang berpotensi kuat masuk ke kabinet kerja jilid II Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Apalagi dia dipanggil oleh presiden Jokowi ke istana pada hari ini, Senin (21/10/2019).
Menyusul hal tersebut, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA), perusahaan yang didirikan oleh Erick Thohir, menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan hari ini.
Mengutip data RTI, Senin (21/10/2019), pada penutupan perdagangan hari ini saham ABBA dijual seharga Rp218 per lembar saham. Angka ini menguat sebanyak 35 poin atau 19,13 persen dari posisi akhir pekan lalu di Rp183 per lembar saham.
Saham ABB sempat menyentuh posisi tertinggi di level Rp238 dan terendah di angka Rp187.
Saham ABBA telah diperdagangkan sebanyak 733,57 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp 158,2 miliar. Sementara frekuensi transaksinya mencapai 31.580 kali.
Senada dengan Mahaka Media, saham Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga ditutup di zona hijau, dengan naik sebanyak 3 poin atau 2,80 persen ke Rp110 per lembar saham.
Perusahaan yang dinakhodai langsung oleh Erick Tohir ini sudah ditransaksikan sebanyak 1.338 kali dan volume perdagangan sebesar 8,79 juta lembar saham atau setara Rp 1,03 miliar.
Sebelumnya diberitakan, Erick Thohir datang ke Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (21/10/2019). Erick tiba di Istana sekitar pukul 11.05 WIB
Erick Thohir mengaku telah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu menteri di sektor ekonomi pada Kabinet Kerja jilid ll.
"Saya rasa lebih banyak di ekonomi dan nanti beliau (presiden) yang menyampaikan (mengumumkan posisi menterinya)," ujar Erick usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Erick menjekaskan, pembicaraan dengan Presiden cukup lama karena membahas semua rencana kerja ke depan secara rinci.
"Beliau sampaikan di 2045 bahwa target daripada kita itu akan menjadi negara maju, dimana GDP per tahun Rp 300 juta lebih. Ya rata-rata gaji hampir Rp 30 juta dan ini kan sudah jadi negara maju," tutur Erick.
Menurutnya, untuk mencapai tujuan tersebut, maka kegiatan tidak boleh monoton dan melakukan perubahan secara total.
"Sekarang eranya harus produktif, kalau tidak, ya kita terus hanya menjadi market. Bukan berarti anti asing, tapi bagaimana kita harus menjaga produk nasional," papar Erick.
Sumber : www.tribunnews.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
KPK Akan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Sofyan Basir
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengajukan kasasi atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memvonis ...
-
- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal pada Kamis (10/10/2019). Kejadian ...
-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memastikan hanya sebagian kecil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan dalam peminda...
-
JAKARTA - Menanggapi hasil itjimak ulama IV terkait mewujudkan NKRI bersyariah, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat tidak perl...

No comments:
Post a Comment