Thursday, October 24, 2019
Sandiaga: Masuknya Pak Prabowo ke Koalisi Jokowi Cerminkan 3 Hal yang Pernah Disampaikannya
- Wakil Ketua Umum Gerindra Sandiaga Uno buka suara soal masuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke dalam Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Sandiaga, bergabungnya Prabowo ke koalisi pemerintah merepresentasikan persatuan.
Dia mengatakan, kontestasi politik Pemilihan Presiden sudah selesai sehingga tidak salah jika Prabowo mau bergabung menjadi koalisi dengan jabatan sebagai menteri pertahanan.
Iya, kami doakan yang terbaik dan dipercayanya Pak Prabowo ini kan memberikan signal persatuan bahwa semuanya sudah selesai,” kata Sandiaga, saat menghadiri acara di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Kamis (24/10/2019).
Masuknya Prabowo ke dalam koalisi pemerintah mencerminkan tiga hal yang pernah disampaikannya.
Yakni menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghilangkan segala perpecahan dan menatap masa depan bangsa.
Saya hadir di mana waktu Pak Prabowo menyampaikan bahwa tiga hal yang harus menjadi landasan kami yaitu cinta NKRI, hilangkan perselisihan di antara kami dan perpecahan dan terakhir lihatlah ke depan dan jangan lihat ke belakang,” kata dia.
Sandiaga merupakan wakil dari Prabowo Subianto saat berjuang dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.
Pasangan Prabowo-Sandiaga melawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya memutuskan Jokowi-Ma’ruf sebagai pasangan calon terpilih.
Hubungan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden itu sempat memanas saat keduanya saling klaim kemenangan.
Namun, akhirnya Prabowo melunak dan bersedia menemui Presiden Jokowi sebagai presiden terpilih serta Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoptri.
Prabowo bahkan diangkat menjadi Menteri Pertahanan oleh Jokowi.
Komentar Fadli Zon
Waktum Gerindra Fadli Zon turut menanggapi masuknya Prabowo ke koalisi Jokowi.
Politisi yang diketahui sering mengkritik pemerintah ini menilai, bentuk koalisi antara Prabowo Subianto dan Jokowi ini dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya menyambut baik dan mengapresiasi sikap pak Jokowi yang merangkul pak Prabowo dalam kabinet. Ini sebagai bentuk rekonsiliasi mengedepankan kepentingan untuk bangsa dan negara," ujar Fadli Zon dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Fadli Zon, Prabowo Subianto merupakan sosok yang ideal menjadi Menteri Pertahanan.
"Saya katakan, Prabowo memiliki kapasitas sebagai seorang Menteri Pertahanan. Latar belakang beliau di militer tentu tidak perlu diragukan," ungkapnya Senin (21/10/2019) malam.
Ia menduga, pendukung Prabowo Subianto akan maklum dengan pilihan politik Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
"Para pendukung pak Prabowo tentu akan memaklumi sikap pak Jokowi. Karena ini adalah untuk bangsa dan negara. Sekali lagi, politik itu dinamis," ujar politisi 48 tahun ini.
Meski Partai Gerindra sudah hampir dipastikan bergabung dengan pemerintahan, Fadli Zon menegaskan pihaknya akan tetap menyuarakan kritiknya seperti biasa.
Hal itu akan dilakukan jika ada kebijakan pemerintah yang dianggap tak sesuai.
Sebelum Gerindra dipastikan bergabung dengan pemerintah, Fadli Zon sempat mengungkapkan kritiknya pada Pidato Pelantikan Jokowi sebagai Presiden periode 2019-2024, Minggu (20/10/2019).
Menurut Fadli Zon, apa yang disampaikan Jokowi tidak sesuai dengan apa yang terjadi di dalam masyarakat.
Fadli Zon berpandangan bahwa ekonomi Indonesia kini makin susah berbeda dengan apa yang diungkapkan Jokowi.
Selain itu, menurut Fadli Zon angka pengangguran di Indonesia semakin tinggi.
Ia juga menyoroti kebanggaan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur.
Menurutnya pembangunan infrastruktur dari sumber pembiayaaan hutang hanya akan menyusahkan masyarakat di masa depan.
sumber : tribunnews.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
KPK Akan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Sofyan Basir
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengajukan kasasi atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memvonis ...
-
- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk oleh orang tak di kenal pada Kamis (10/10/2019). Kejadian ...
-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memastikan hanya sebagian kecil Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan dalam peminda...
-
JAKARTA - Menanggapi hasil itjimak ulama IV terkait mewujudkan NKRI bersyariah, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat tidak perl...

No comments:
Post a Comment