Chat with us, powered by LiveChat

Friday, November 1, 2019

Muncikari Prostitusi Online Soni Punya Stok 40 Wanita, Tarif Kencan hingga Rp 100 Juta


JAKARTA - Muncikari kasus prostitusi online Soni Dewangga ternyata mengakomodasi sedikitnya 40 wanita dalam bisnis yang dijalankannya.

Tarif kencan yang ditawarkan muncikari itu menembus angka Rp 100 juta.

Soni Dewangga terlibat dalam skandal prostitusi online yang menyeret mantan putri pariwisata, PA.

Tarif para wanita yang ditawarkan Soni sangat bervariasi.

Tarif atas bisa tembus angka Rp 100 juta, tarif terendah di kisaran Rp 16 juta.

Terungkap, Soni ternyata mengakomodasi atau memiliki 'stok' sedikitnya 40 wanita dalam bisnis prostitusi yang dijalankannya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan, 40 wanita itu ternyata dulu pernah berada dalam naungan dua muncikari kasus skandal serupa yang melibatkan artis Vanessa Angel, januari 2019 silam, Tentri Novanto dan Endang Suhartini alias Siska.

"Ada dari 100 talent ada 42 talent yg beririsan, berarti terkait antara yang muncikari yang dulu dan sekarang," katanya di Mapolda Jatim, jumat (1/11/2019).

Selama menjajakan kemolekkan tubuh 40 wanita itu,Soni ternyata membuat semacam klasifikasi harga yang berbeda berdasarkan ciri fisik tubuhnya.

"Ada beberapa pengiriman konten, pengiriman konten ini spesifikasi seperti tinggi badan, berat badan, ukuran warna kulit, 34, 36, 38," jelasnya.

Tarif kencan yang dipasok Soni pada para pelanggan yang keranjingan birahi itu, terbilang mencengangkan.

Luki mengungkapkan, paling murah, Soni mematok harga Rp 16 Juta sedangkan paling mahal bisa tembus sampai kisaran Rp 100 Juta.

"Dari 16 juta sampaai 30 Juta bahkan ada 100 juta," ungkapnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, jaringan prostitusi yang diakomodir oleh Soni hingga seluruh Indonesia.

"Jaringan antar wilayah se Indonesia," kata pria berkacamata itu.

Soni Dewangga berhasil ditangkap anggota Polda Jatim setelah sempat melarikan diri.

Ia merupakan tersangka muncikari utama kasus prostitusi online yang melibatkan eks Putri Pariwisata berinisial PA asal Balikpapan.

Soni diketahui kelahiran Toboali, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, hanya butuh dua hari untuk meringkus Soni Dewangga (31).

"Butuh 2 hari ajalah, pelaku memang mobile," katanya di Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Gidion tidak merasa ada kendala berarti dalam pengusutan skandal prostitusi itu.

Kesulitan sih engga ada, waktu aja kan, karena kami yakin dari keterangan JL (muncikari lain yang telah ditangkap)," jelasnya.

Soni Dewangga diketahui memiliki ciri fisik berkulit putih dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter.

Sebelumnya, Soni Dewangga terlacak oleh kepolisian Polda Jatim berada di rumah susun kawasan Jakarta.

Saat polisi mendatangi lokasi itu, ternyata Soni sudah kabur namun meninggalkan handphone-nya di kamar.

"Sudah ditangani oleh Pak Direktur, yang bersangkutan sudah DPO kami," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang berdiri di samping Gidion.

Seperti diketahui Putri Pariwisata berinisial PA digerebek oleh jajaran Polda Jatim di salah satu hotel di Kota Batu saat melayani pelanggannya.

PA yang sempat ditahan dan menjalani pemeriksaan akhirnya dibebaskan dan hanya dikenakan wajib lapor dengan statusnya sebagai saksi korban.

Sebelum menangani kasus prostitusi online dengan saksi korban PA, Polda Jatim sebelumnya juga telah menangani kasus serupa yang melibatkan artis Vanessa Angel.

Rupanya jaringan prostitusi yang melibatkan artis dan pesohor perempuan itu saling memiliki keterkaitan.

Antara muncikari PA dan muncikari Vanessa Angel masih bersinggungan.

Sumber : www.tribunnews.com

Pria Surabaya Diamankan karena Berhubungan Badan dengan 8 Wanita, Ada yang Masih Anak-Anak


JAKARTA - Terungkap seorang pria Surabaya berhubungan badan dengan 8 wanita yang berasal dari  Jombang, Banten dan Tangerang. 

Adi Indra Purnama (24) sering melakukan  berhubungan badan dengan sejumlah wanita sejak beberapa tahun lalu.

Di antara delapan korban itu, ada yang usianya masih anak-anak. 

Kasus tersebut terungkap setelah dua korbannya melaporkan pelaku.

Adi  ditangkap di Desa Karang Dagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kasat Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengungkapkan, pemuda itu diringkus polisi saat berada di rumahnya, Kamis (31/10/2019) malam.

"Diamankan karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur," kata Azi kepada Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, ungkap dia, Adi mengakui telah  berhubungan  badan  dengan  8 wanita.

Beberapa di antaranya adalah wanita yang masih anak-anak.

"Pengakuan tersangka telah melakukan terhadap 8 orang lainnya. Kami masih mendalami, mohon waktu untuk keterangan selanjutnya," ujar Azi.

Berdasarkan data dari kepolisian yang diterima Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), penangkapan terhadap Adi Indra Purnama berawal dari laporan yang diterima polisi dari dua orang korban.

Korban pertama, yakni seorang perempuan berusia 19 tahun asal Tangerang, Banten.

Adi dilaporkan memaksa melakukan hubungan badan dengan korban pada September 2019.

Ada pun korban kedua adalah seorang wanita asal Jombang, Jawa Timur.

Adi memaksa berhubungan badan dengan wanita itu pada 1 Januari 2016 ketika korban masih berusia 16 tahun.

Saat ini, Adi Indra Purnama telah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 293 KUHP.

Dia juga dijerat dengan pasal 81 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang tentang perlindungan anak.

Berdasarkan dua pasal tersebut, Adi terancam penjara selama 7 dan 5 tahun.

Sumber : tribunnews.com

Thursday, October 31, 2019

Polemik Harga Aibon Anies Sindir e-Budgeting Tidak Smart, Ahok Kesal Sebut Gubernur Terlalu Pintar


- Polemik soal anggaran Pemprov DKI yang dinilai fantastis menjadi perbincangan semua pihak.

Tak terkecuali mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Ahok menyebut, Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan terlalu pintar.

Pernyataan Ahok disampaikan menanggapi penjelasa Anies Baswedan soal e-budgeting Pemprov DKI saat ini.

Anies Baswedan mengatakan, soal e-budgeting Pemprov DKI saat ini yang tidak pintar.

E-budgeting tersebut adalah warisan kepemimpinan Gubernur DKI sebelumnya, yaitu Joko Widodo-Ahok.

Aku sudah lupa definisi smart seperti apa, karena Pak Anies terlalu over smart," ujar Ahok saat dihubungi dikutip dari artikel Kompas.com, Kamis (31/10/2019) berjudul : Ahok: Pak Anies Terlalu Over Smart

Ahok menjelaskan, sistem e-budgeting yang digunakan saat dia menjabat sebagai gubernur bisa mengetahui detail anggaran apa pun, seperti lem aibon, bolpoin, dan lainnya.

"Bisa tahu beli apa saja dari perencanaan awal sudah masuk dan sistem semua, tidak bisa asal masukkan," kata dia.

Sistem e-budgeting yang dia terapkan, lanjut Ahok, juga bisa mengetahui orang-orang yang memasukkan anggaran yang dinaikan (mark up).

Kan sistem sudah di-input harga satuan barangnya, kecuali harga satuan semua diubah," ucap Ahok.

Sebelumnya, penyusunan anggaran 2020 Pemprov DKI disorot publik karena banyak kejanggalan.

Pihak Pemprov DKI mengakui ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang asal memasukkan anggaran.

Detail komponen anggaran yang dimasukan ke dalam sistem e-budgeting bukan anggaran yang sebenarnya.

Anies Minta Direvisi


Sementara itu, terkait persoalan penyusunan anggaran, Anies Baswedan langsung memanggil jajarannya untuk membedah pos-pos anggaran yang diusulkan dalam rancangan KUA-PPAS 2020, Rabu (23/10/2019).

Saat itu, banyak pos yang dibedah, terutama karena lonjakan yang tak masuk akal dibandingkan tahun anggaran 2019.

Anies Baswedan mendesak jajarannya segera memeriksa dan merevisi anggaran-anggaran tersebut, seperti lonjakan ratusan hingga ribuan persen dalam anggaran belanja alat tulis kantor.

Bapak dan Ibu sekalian kenapa mendadak dipanggil? Karena waktu kita mepet, kita enggak punya waktu yang cukup. Saya minta Bapak dan Ibu sekalian kembali ke tempat masing-masing, lalu sampaikan ini, lalu segera kerjakan," ungkap Anies Baswedan dalam dokumentasi rapat arahannya yang diunggah di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa.

Segera telisik dan jangan ada anggaran yang kalau dipampang di situ, Bapak dan Ibu tidak bisa menjelaskan," ia menambahkan.

Anies kemudian memberi tenggat waktu hingga Kamis (24/10/2019), bagi jajarannya membenahi anggaran-anggaran siluman dalam rancangan KUA-PPAS 2020 itu. Jajarannya menyatakan "bisa".

"Banyak dari kita semua yang dalam mengatur anggaran, tidak selalu menempatkan kepentingan publik di tempat paling atas. Ini kenyataan," ucap Anies Baswedan.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu lalu berpesan agar jajarannya tidak "bermain" dengan anggaran selama proses revisi tersebut.

"Jangan ada yang (alasan) sudah telanjur. Kalau ada komitmen-komitmen macam-macam, katakan ini instruksi gubernur. Batalkan," tutup dia.

Dalam kesempatan tersebut, Anies Baswedan mengungkapkan sejumlah pengajuan anggaran yang dinilai janggal seperti bolpoin Rp 635 miliar, pengadaan kertas F4, A4, dan folio yang totalnya mencapai Rp 213 miliar.


Ada pula anggaran pengadaan tinta printer hingga Rp 407 miliar serta pita printer Rp 43 miliar.

Selain itu juga pengadaan lem aibon yang mencapai Rp 82,2 miliar.

Kemudian Stabilo Rp 3 miliar, penghapus Rp 31 miliar, kalkulator Rp 31 miliar, dan lainnya.

Kesalahan Pengisian Data

Sementara itu Dinas Pendidikan DKI Jakarta meluruskan soal polemik anggaran Pemprov DKI yang dipertanyakan Fraksi PSI.

Pihak Dinas Pendidikan DKI menduga, terjadi kesalahan pengisian data yang dilakukan pegawai pada dokumen Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara tahun 2020.

Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati saat dihubungi wartawan pada Selasa (29/10/2019) malam.

Susi mengatakan, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat, bahwa item yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja.

Dia memastikan, tidak ada pengajuan anggaran untuk pembelian lem aibon.

“Itu ATK (alat tulis kantor) dan kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Susi Nurhati meminta waktu untuk mengusut pihak yang menginput pembelian lem aibon sebanyak Rp 82,8 miliar.

Namun dia memastikan, bahwa apa yang ditayangkan di website apbd.jakarta.go.id terdapat kesalahan input nilai dan item yang diajukan.

“Kami cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat (25/10/2019) malam. Dan sekarang juga akan kami cek kembali keseluruhannya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana menyoroti anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pembelian lem aibon hingga Rp 8,2 miliar.

Hal itu diungkapkan William di akun media sosial Twitter nya @willsarana.

Dalam cuitannya itu, William menyebut telah menemukan anggaran aneh pembelian lem aibon senilai Rp 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai dua kaleng lem aibon per murid setiap bulannya. Buat apa,” ungkap William pada Selasa (29/10/2019) malam.

SUMBER : www.tribunnews.com

sumbe

Wednesday, October 30, 2019

Temukan Anggaran Janggal Pulpen Rp 635 M, Tinta Printer Rp 407 M, Anies Baswedan: Uang Itu ke Mana?



- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur jajarannya terkait anggaran belanja alat tulis kantor yang diusulkan dalam rancangan KUA-PPAS 2020.

Teguran itu disampaikan Anies saat memberikan arahan dalam pembahasan rancangan KUA-PPAS 2020, sebagaimana didokumentasikan dalam kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Kala itu, Anies menampilkan tabel hasil pemetaannya terhadap pos-pos belanja ATK yang kegendutan.

Hasilnya, bolpoin jadi ATK yang paling banyak memakan anggaran dalam rancangan KUA-PPAS 2020.

"Bolpoin Rp 635 miliar, Bapak dan Ibu sekalian," ujar Anies dengan nada heran.

Ia kemudian mencontohkan bahwa pengadaan inventaris ATK tak perlu seboros itu.

"Mau contoh? Di ruangan ini saya punya 3 laser pointer. Masih mau belanja lagi?

Saya tanya, yang bikin ini siapa? Bapak dan Ibu kirimkan uang itu ke mana?" kata Anies.

"Persis. Kirimkan saja uang itu ke pabrik-pabrik itu. Lalo kita bilang, 'iya kami menghadirkan keadilan sosial'.

Ini baru di ruangan ini nih, belum nanti di kantong-kantong kita semua. Stop doing this," tambahnya dengan nada tegas.

Ia lalu menyoroti usulan pengadaan komponen-komponen ATK lain yang juga tak masuk akal.

Ada anggaran pengadaan kertas F4, A4, dan folio yang totalnya mencapai Rp 213 miliar.

Ada pula anggaran pengadaan tinta printer hingga Rp 407 miliar serta pita printer Rp 43 miliar.

Masih ada juga komponen lain yang tidak masuk akal.

What is going on, Bapak dan Ibu? Apa yang sedang terjadi ini?" Anies bertanya.

"Stabilo Rp 3 miliar, Bapak dan Ibu," katanya lagi.

Ia kemudian membandingkan dengan pengalamannya ketika bekerja di mancanegara.

Alat tulis kantor, kata Anies, merupakan tanggung jawab pribadi karena memang perlengkapan wajib siapa pun pegawai.

Anies tak habis pikir dengan obesitas anggaran belanja ATK yang ia soroti.

"Ini dahsyat, Bapak/Ibu. Penghapus Rp 31 miliar, coba. Ini kalkulator, memang tahun ini enggak punya kalkulator gitu, (sampai) kita mau belanja Rp 31 miliar (untuk) kalkulator?" ungkapnya.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu mengaku sadar bahwa potensi anggaran irasional macam itu bisa lolos karena tidak disisir secara jeli.

Jika lolos, "dosa" tersebut disumbang secara bersama-sama, termasuk ia sebagai kepala daerah.

"Ujungnya, saya (juga) yang meloloskan. Kita-kita semua ini yang meloloskan.

Gubernur ikut meloloskan. Makanya, kita petani (petakan) satu-satu," tutup Anies. 

PSI Menyoroti Anggaran Pemrpov DKI Jakarta yang Janggal, Anies Baswedan: Bukan Cari Perhatian

Anggota DPRD Fraksi PSI William Aditya Sarana menyoroti sejumlah anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengalami kejanggalan.


Salah satu yang menjadi sorotan PSI ialah anggaran Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat dalam anggaran Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta lem aibon sebesar Rp 82 Miliar.

Hal itu ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ia mengatakan, sebelum diviralkan oleh PSI, Anies mengaku sudah mengkaji dan mengkritik anak buahnya yang menganggarkan kegiatan dengan anggaran janggal.

Menurut dia, kritikan dari PSI itu sebagai ajak pihaknya cari panggung sebagai anggota fraksi baru.

“Sebelum mereka ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam (rapat internal Pemprov DKI Jakarta).

Saya sudah bicara sebelumnya, dan kita review. Bedanya saya tidak manggung.

Bagi orang-orang baru, (jadi momen untuk) manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi,” ujar Anies ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019).

Ia mengaku, tak membuka anggaran-anggaran janggal itu lantaran tak mau cari perhatian publik.

Anies tengah fokus memperbaiki sistem penginputan anggaran.

“Loh kalau saya itu bukan (untuk beratraksi, manggung). Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian.

Jadi saya sering bicarakan. Orang ngomong itu ada tiga pilihan, menyelesaikan masalah, atau memperumit masalah, atau mengaktualisasi diri. Itu tiga pilihan itu kalau bicara.


Nah saya bicara untuk menyelesaikan masalah,” kata Anies.

Ia mengatakan, dirinya pun telah memanggil sejumlah dinas yang mengusulkan anggaran-anggaran yang dilihatnya masih janggal.

“Karena itu saya panggil, saya koreksi satu per satu.

Jadi anda sudah lihat forum (arahan Gub terkait KUA PPAS), cuman bedanya saya memang tidak umumkan,” tuturnya.

Anggaran fantastis

PSI menemukan berbagai anggaran fantastis dalam rapat KUA-PPAS. Mulai dari anggaran Rp 82 miliar untuk pengadaan lem aibon.

Lalu, PSI juga menemukan anggaran pengadaan ballpoint sebesar Rp 124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.

Selain itu, anggaran Rp 121 miliar juga ditemukan untuk pengadaan 7.313 unit komputer di Dinas Pendidikan.
Lalu, ada beberapa unit server dan storage dianggarkan senilai Rp 66 miliar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

Setelah viral di media sosial, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menutup website link rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta pada website apbd.jakarta.go.id.

Padahal awalnya website itu bisa dibuka publik. Namun, sejak Selasa (29/10/2019) malam, website itu tidak bisa diakses kembali. 

Gisella Anastasia Sebut Ada Satu Rekan Artis yang Blokir Akun Media Sosialnya


- Artis sekaligus penyanyi Gisella Anastasia mengaku bahwa akun media sosialnya pernah diblokir oleh salah satu artis.

Awalnya Gisel menanyakan kepada Ussy Sulistiawaty, apakah istri Andhika Pratama tersebut pernah memblokir nomor ataupun sosial media teman artis.

"Siapa teman dekat artis yang pernah kamu block WhatsApp atau sosial media lainnya?" tanya Gisel ke Ussy, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Gisella Anastasia.

Namun, Ussy mengatakan bahwa ia tidak pernah memblokir nomor maupun media sosial teman artisnya.

"Nggak ada," jawab Ussy singkat.

"Atau diblok siapa ?" tanya Gisel lagi.

"Kalau diblok, kan aku nggak tahu," ujar Ussy.

Lantas Gisel menuturkan bahwa akun media sosialnya pernah diblokir oleh salah satu teman artis.

"Kadang-kadang ketahuan lho sama kita, aku tahu lho aku pernah diblok siapa," ujar Gisel

Bahkan Gisel mengaku bingung kenapa artis tersebut memblokir akun sosial medianya.

Aku sampai bingung kenapa nih orang-orang pada, salah gue apa," sambung Gisel.

Andhika Pratama lantas menanyakan dari mana Gisel mengetahui akunnya diblokir.

"Kamu nyari tahunya diblok gimana?" tanya Andhika.

Saat itu, Gisel sedang membuka postingan teman yang menandai profil artis tersebut.

Namun, saat Gisel ingin membuka profilnya ternyata tidak muncul.

Dari situlah Gisel tahu bahwa akunnya telah diblokir.

"Karena nggak sengaja tahu, kayak misalnya lihat postingan siapa terus kemudian kita klik loh nggak ada, di mana profilnya," papar Gisel.


Namun, Gisel tidak mau mengungkap dengan pasti siapa nama artis tersebut.

"Siapa tuh?" tanya Andhika.

"Ada, tapi pas kemarin aku pisah, dia minta aku jadi bintang tamu, tapi habis itu udah dibuka," ujar Gisel.

Gisella Anastasia Sesalkan Tak Ketahui Hal Ini di Awal Pernikahan

Gisella Anastasia masih menjadi topik pembicaraan hangat publik.

Bahkan perceraiannya dengan Gading pun masih sering dibahas.

Seperti diketahui Gisel dan Gading sudah bercerai selama kurang lebih enam bulan.

Saat ini Gisel mengaku belum berencana untuu menikah dengan kekasihnya Wijaya Saputra alias Wijin.

Gisel tidak ingin terburu-buru untuk menikah.

Hal ini lantaran ia tidak ingin ada kegagalan yang kedua kalinya.


"Kan kita harus belajar dari pengalaman ya. Jadi lebih ngelihat semua list, baiknya apa, yang jeleknya apa, kumpulin sebisa mungkin, bisa enggak terima (kebaikan dan keburukan pasangan)," ucap Gisel dalam video di akun YouTube Ussy Andhika Official.

Kekasih Wijin tersebut menuturkan bahwa dalam pernikahannya dengan Gading, ia tidak bisa berharap mantan suaminya tersebut dapat mengubah sikapnya.

Begitu juga sebaliknya dengan Gisel.

Karena kalau ngarepin dia akan berubah, enggak mungkin. Itu kan yang terjadi di kehidupan aku yang lalu. Ngarepin Mas (Gading) berubah, aku berubah, enggak mungkin. Jadi sama. Jadi aku sudah belajar nih, sudah tau nih sekarang nih," tutur Gisel.

Mendengar hal tersebut, Ussy mengungkapkan pengetahuannya tentang pernikahan.

"Makanya kan kata orang, kalau menikah itu sebenarnya yang dibutuhkan bukan mengubah, tapi menyesuaikan diri," ucap Ussy.

Gisel setuju dengan ucapan Ussy tersebut.

Namun Gisel menyesalkan karena baru mengetahui hal itu disaat hubungan rumah tangganya sudah berakhir.

Bukan disaat awal pernikahannya.

"Itu susah sekali. Itu pengetahuan yang enggak aku tahu. Kenapa sih enggak ada yang ngasih tahu saya?" kata timpal Gisel.


"Kamu enggak ngomong sama aku," sahut Ussy.

"Pusing, deh. Sebelum nikah gitu loh (kasih tahu). Cuma bilang nikah susah, nikah susah, cuma enggak dijembrengin apa susahnya. Jadi kaget," ucap Gisel.

Suami Ussy, Andhika pun ikut berkomentar. "Tapi setiap rumah tangga kan problemnya beda-beda," ujar Andhika.

Pesan Gisella Anastasia untuk Wijaya Saputra

Gisella Anastasia saat ini diketahui tengah menjalin hubungan dengan pebasket Wijaya Saputra atau yang akrab disapa Wijin.

Menjalin hubungan dengan pria yang belum pernah melakoni hubungan rumah tangga dinilai Gisel merupakan sesuatu yang cukup berat.

Gisel mengatakan bahwa Wijin harus melakukan penyesuaian terhadap statusnya seorang janda yang memiliki anak satu.

"Ternyata nggak segampang itu lho berpacaran lagi dengan orang yang belum pernah punya rumah tangga," ujar Gisel dilansir dari tayangan di kanal Youtube Ussy Andhika Official.

"Tapi penyesuaian dia juga luar biasa," imbuh Gisel.

Wijin adalah sosok pria yang tidak ingin ada laki-laki di dalam hubungan asmaranya.

Namun Gisel menjelaskan kepada Wijin bahwa dalam kasusnya ia harus terus melibatkan mantan suaminya, Gading Marten dalam setiap proses kembang anaknya.

Dan hal itu berarti Gisel tidak bisa berhenti berkomunikasi ataupun berhubungan dengan Gading sampai kapan pun.

"Kasihan banget dia, karena dia harus menempat diri, karena dia biasa pemilik tunggal untuk semua cewek-ceweknya kan, nggak boleh ada kata laki-laki lain, mantan harus buang jauh-jauh," tutur Gisel.

"Tapi untuk kasus ini nggak bisa, aku kasih tahu Wijin untuk kasus ini nggak bisa, karena aku punya anak yang aku harus berpartner sama mantan aku terus sampai tua sampai mati dan kamu nggak bisa ganggu gugat untuk satu hal itu," papar Gisel.

Menurut Gisel, Wijin harus berperang dengan ego demi melakukan hal tersebut untuk Gisel.

Dan di mata Gisel, Wijin adalah sosok lelaki yang hebat.

"wah kita sempat bingung nyesuaiinnya karena ego dia sebagai laki-laki walaupun dia bilang dia bisa ngerti oke, tapia da hal yang tetap berperang sama ego dia," ujarnya.

"Tapi dia hebat," sambung Gisel.

Suatu ketika Wijin pernah membalikkan kondisi tersebut kepada Gisel.

"Dia selalu kalau ini tuh dibalikin, kalau kamu misalnya aku sama cewek kayak gitu kamu bisa tenang emang? misalnya gitu ya," ujar Gisel.

Namun dengan bijak Gisel mampu memberikan penjelasan kepada Wijin tentang posisinya.

Gisel akan memahami kedekatan Wijin dengan mantannya jika itu menjadi tuntutan pekerjaan.

"Terus aku bilang yang aku lihat dulu sikonnya, misalnya kamu lagi satu event sama mantan kamu, dia nyanyi kamu harus bintang tamu, aku bakal ngerti karena itu adalah pekerjaan."

"Di luar itu akan bakalan wanti-wanti kamu banget, kalau bisa aku bakalan chat kamu setiap menit, tapi pas kamu bekerja aku akan sangat profesional karena itu pekerjaan kamu," tutur Gisel.

Sebaliknya Wijin juga harus memahami kedekatan Gisel dan Gading sebagai orang tua kandung Gempita.

Menjadi orang tua adalah tugas yang diberikan langsung oleh Tuhan.

"Sama kayak aku sama papanya Gempi, pekerjaannya bukan cuma dari penyelenggara acara, pekerjaan kita untuk ngasuh anak ini dari Tuhan itu nggak main-main, jadi harus sangat mengerti, lama-lama mengerti," papar Gisel.

sumber : tribunnews.com

JAKARTA - Jagat maya Tanah Air belakangan diramaikan oleh pemberitaan soal anggaranRp 82,8 miliar dalam anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk penyediaan " lem Aibon" di sekolah-sekolah.

Keyword atau kata kunci "Aibon" dan "lem Aibon" pun mengalami peningkatan di Google Search pada Rabu (30/10/2019), untuk wilayah Indonesia, berdasarkan data analitik Google Trends.

Dari pantauan KompasTekno, pencarian keyword Aibon dan lem Aibon memang mengalami peningkatan drastis pada hari ini dibandingkan waktu-waktu yang lalu.

Sebelumnya, keyword Aibon dan lem Aibon hanya mencatatkan rata-rata satu pencarian dalam setiap jamnya, dalam tujuh hari terakhir

Pada 30 Oktober, pencarian Aibon dan lem Aibon meningkat menjadi sekitar 30 hingga 50 pencarian tiap menitnya selama empat jam terakhir sebelum pukul 13.00 WIB.

Mayoritas netizen yang melakukan pencarian dengan keyword ini adalah berasal dari Papua, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Keyword lain yang menyertai lem aibon dalam catatan Google Trends antara lain "lem aibon dki", "anggaran lem aibon", "anggaran dki", "apbd", dan "anies".

Pencarian keyword aibon dan lem Aibon ini menjadi tinggi, setelah nilai anggaranya di program belanja alat tulis dan kantor Disdik DKI Jakarta yang mencapai Rp 82 miliar heboh diperbincangkan oleh warganet di media sosial.

Sebelumnya, salah satu anggota DPRD DKI, William Aditya Sarana, mengunggah temuan tersebut ke akun Instagramnya @willsarana.

"Kami temukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan,” tulis William dalam akunnya, Selasa (29/10/2019).

Di anggaran itu, lem Aibon disebut hendak diberikan kepada 37.500 murid.

“Buat apa murid-murid kita disuplai dua kaleng lem Aibon tiap bulannya? Tolong jelaskan,” kata dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengatakan, pihaknya akan megecek kembali terkait anggaran untuk lem Aibon itu.

Kami sedang cek kembali apakah ini salah ketik atau bagaimana,” ujar Susi saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Dalam perkembangan terbaru, pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI jakarta Syaefuloh Hidayat menyatakan di program belanja alat tulis kantor untuk 2020 tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon.

"Saya sudah coba sisir, insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon," ujar Syaefuloh saat ditemui Kompas.com di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Trending di twitter

Sementara itu, pantauan Tribunnews.com tagar Ahok,  82 M dan Lem Aibon juga menjadi trending twitter sejak pagi.

Ribuan cuitan meramaikan tagar tersebut.

Sejumlah netizen menyoroti kebijakan Anies Baswedan hingga membandingkan kepemimpinan Anies dengan gubernur sebelumnya, Basuki Tjahja Purnama (Ahok BTP). 

Berapa harga lem aibon?

Lem aibon dijual beli online Tokopedia.

TErcatat harga lem aibon untuk ukuran 4 kg seharga Rp 198.000.

Berapa harga lem aibon?

Lem aibon dijual beli online Tokopedia.

TErcatat harga lem aibon untuk ukuran 4 kg seharga Rp 198.000.

Bahkan harga untuk satu kaleng kecil Rp 13.000.

Klarifikasi Diknas DKI

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku akan mengecek ulang pengajuan anggaran dalam dokumen rancangan KUA-PPAS 2020.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengomentari temuan politisi PSI William Aditya Sarana mengenai anggaran untuk pembelian lem Aibon sebesar Rp 82,8 miliar.

"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki," kata Susi Nurhati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam, seperti dikutip Antara.

Susi menyatakan, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu, item yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja dan menegaskan tidak ada pengajuan anggaran untuk pembelian lem aibon.

Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," ujarnya.

Selanjutnya, Susi mengatakan, pihaknya akan menyelidiki pihak yang menginput pembelian lem sebanyak Rp 82,8 miliar tersebut.

"Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat (25/10) malam. Dan sekarang juga akan kami cek kembali keseluruhannya," katanya. 

sumber : www.tribunnews.com

Tuesday, October 29, 2019

Pasutri Ini Paksa Anaknya Mengemis, Kalau Sehari Tak Dapat Uang Rp 100 Ribu Maka Akan Disiksa


LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan beberapa waktu lalu telah merampungkan berkas kasus dugaan penyiksaan dan eksploitasi bocah sembilan tahun oleh orangtuanya.

Bocah tersebut diduga disuruh mengemis dan bila tidak membawa pulang uang sesuai target, yakni Rp 100 ribu, maka akan disiksa, hingga-hingga tangan dan kakinya dirantai.

Kedua tersangka dalam kasus ini adalah ayah tiri korban berinisial MI (39) dan UG (34) selaku ibu kandung korban.

Sesuai informasi dihimpun Serambinews.com, setelah penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe merampungkan berkas untuk kedua tersangka, maka langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, untuk diteliti.

Berkasnya pun sudah selesai diteliti dan beberapa hari lalu telah dinyatakan lengkap (P21).

Sehingga tinggal proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Satreskirm Polres Lhokseumawe ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Kajari Lhokseumawe M Ali Akbar, melalui Kasi Pidum Fakhrillah, barusan, membenarkan kalau berkas untuk kasus ini sudah lengkap.

"Kita sudah berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe. Proses penyerahan tersangka akan berlangsung Kamis (1/11/2019) siang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, terungkap sebuah kisah miris yang mendera seorang bocah sembilan tahun di sebuah desa di Lhokseumawe.

Dia diduga disuruh untuk mengemis oleh ayah tiri dan ibu kandungnya.

Bila tidak membawa pulang usai mengemis, maka akan disiksa.

Memilukan, anak tersebut dikurung dan tangannya dirantai.

Sedangkan kasus ini terungkap dari laporan tetangga korban kepada seorang personel Babinsa Koramil Banda Sakti, pada Rabu (18/9/2019) sore.

Selanjutnya personel Babinsa berkoordinasi dengan pihak Polsek Banda Sakti. Lalu mendatangi rumah korban.

Tidak lama kemudian, anak dan ayah tiri korban serta istrinya yang juga ibu kandung korban dibawa ke Polres Lhokseumawe, untuk pengusutan.

Selanjutnya keduanya pun ditetapkan sebagai tersangka KDRT dan eksploitasi anak.

Kedua tersangka dibidik dengan dengan Pasal 88 Jo Pasal 76 huruf (I)UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomir 23 Tahun 2004 tentang P-KDRT Jo Pasal 65 KUHP.

Tersangka pun diancam pidana dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan/atau didenda paling banyak Rp 200 juta.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Berkas Orangtua Rantai Anaknya untuk Mengemis Segera Diserahkan ke Jaksa, Ini Ancaman Hukumannya,

sumber : www.tribunnews.com

KPK Akan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Sofyan Basir

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengajukan kasasi atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memvonis ...